Thursday, 7 January 2016

Tips Mudah di approve Adsense Sepenuhnya

tips daftar Google Adsense tanpa ditolak.
Google Adsense adalah jaringan iklan terbesar milik Google yang saya yakin dan sangat pasti semua sobat Blogger telah mengetahuinya. Bahkan, beberapa di antara sobat sedang menikmati menjadi anggota publisher Adsense dan rutin menerima pembayaran. Sebagian lainnya mungkin masih gigit jari karena ditolak ketika melamar menjadi publisher; atau mungkin ada yang belum berani mendaftar Adsense. Jadi saya pikir tidak perlu lagi membahas apa itu Google Adsense. :) Intinya, Google Adsense adalah jaringan iklan paling digandrungi para blogger, webmaster, online marketer, pebisnis online, dan semua kalangan internet karena pay rate yang jauh lebih tinggi, iklan yang berkualitas dan variatif, memiliki jaringan advertiser dan publisher dari seluruh penjuru dunia, dan cara pembayarannya yang gampang (WU, non paypal payment).
Sudah agak lama, kira-kira 2 bulan yang lalu ada sobat Blogger yang request mengenai proses dan tips pendaftaran Google Adsense yang tepat (baca: bisa mendapatkan approval/persetujuan dengan mudah). Terus terang saya agak bingung juga jika harus berbicara mengenai apa saja yang menjadi syarat disetujuinya permohonan menjadi publisher Google Adsense, sebab dari beberapa kasus atau proses pendaftaran Adsense yang saya alami, masing-masing memiliki spesifikasi, lama persetujuan, dan jenis web yang berbeda. Jadi, sebenarnya tidak ada patokan pendaftaran Google Adsense yang super mapan untuk diikuti.

Sebagai contoh nih, terakhir saya baru saja mendaftarkan Adsense untuk adik saya, hari pertama buat akun Gmail, G+, dan langsung daftar Adsense. Hari pertama pula langsung dapat persetujuan tahap pertama. Kemudian hari kedua langsung disetujui seutuhnya. Tidak percaya? Ini buktinya:
Dimana kuncinya? Saya menggunakan website/blog yang sudah mapan. Apa yang dimaksud dengan mapan? Berusia lama? Punya traffic tinggi? Atau bla bla bla bla bla? Jawabannya: Tidak, belum tentu.

Bagaimana sebenarnya cara yang tepat? Nah, semua dari kita pasti akhirnya setuju bahwa persetujuan akun Adsense dititikberatkan pada website yang digunakan atau diajukan untuk mendaftar. Jadi, nanti kita akan beri porsi besar pembicaraan ini pada website/blog yang sesuai dengan kriteria Google Adsense. 

Detil Akun Pendaftar Adsense


Detail akun pendaftar Google (gmail) yang anda gunakan harus asli dan lengkap, tidak harus anda, tapi benar-benar harus ada (bukan palsu), berusia 18 tahun ke atas, dan menggunakan alamat jelas seperti yang tertulis pada KTP.

Pernah saya mendapatkan keluhan dari seorang blogger yang selalu saja ditolak oleh Adsense. Setelah diselidiki, ternyata dia baru berusia 16 tahun setengah. Ini terdeteksi dengan jelas ketika anda mendaftar dengan Gmail dan mencantumkan tanggal lahir, semua akun Google menggunakan sumber yang sama. Sungguh perkara sepele, tapi "dadi gawe". Dan semua akun yang ditolak tidak pernah dijelaskan dengan baik oleh Google. Selalu saja alasannya adalah "jenis halaman". Mungkin ini yang buat bingung. 

Nama dan alamat lengkap serta jelas nantinya akan memuluskan pencairan uang jika akun disetujui dan sudah layak mendapatkan bayaran. Emang bangga punya akun Adsense tapi ga bisa ambil bayaran? Perbedaan alamat sedikit memang tidak masalah, tapi alangkah baiknya jika semua harus dipersiapkan dengan matang dan teliti bukan?

Syarat dan Kondisi Website/Blog Pada Pendaftaran Adsense


1. Kebijakan Google Adsense pada Konten Web Penerbit

Ini adalah poin umum berkaitan dengan persyaratan konten web yang wajib anda ketahui sebelum mendaftar Adsense, sebab jika anda mendaftarkan web/blog yang melanggar kebijakan Google pada umumnya dan Google Adsense pada khususnya, berapa kali pun, saya jamin tidak akan bisa diterima. Cek apakah blog/web anda memenuhi persyaratan berikut:
  • Situs tidak mengandung konten pornografi dan konten dewasa lainnya.
  • Situs tidak mengandung konten kekerasan, rasisme, atau anjuran untuk melakukan tindakan provokatif atau ofensif terhadap individu, kelompok, atau organisasi lain.
  • Situs tidak mengandung konten hacking/cracking
  • Situs tidak mengandung konten atau melakukan penjualan/transaksi obat-obatan terlarang, minuman keras, rokok dan hal terkait, senjata dan amunisi, replika produk pada brand tertentu, jual beli karya ilmiah berhak cipta (skripsi, jurnal, makalah, dll)
  • Situs tidak mengandung ajakan dan memberikan pengunjung komisi untuk klik iklan, surfing, membaca email, survey, pencarian, dll (PTC dan PTS)
  • Situs tidak mengandung konten lain yang ilegal, mempromosikan aktivitas ilegal, dan melanggar hak cipta orang/pihak lain.
  • Bukan situs doorway, AGC, autoblog, MFA (made for Adsense), dan sejenisnya.
Berkaitan dengan konten ilegal, sudah jelas juga bukan? Maksudnya adalah situs tidak boleh menyajikan konten yang melanggar hak cipta, misalnya: membagi software/file bajakan dan mengandung konten hasil copas. Lihat kebijakan Google pada halaman DMCA policy.

Untuk konten gambling/perjudian, hanya diijinkan pada negara-negara tertentu, Indonesia tidak. Mengenai bahasa, sudah jelas Google sekarang telah mengizinkan situs berbahasa Indonesia.

2. Elemen dan Kelengkapan Web/Blog

Jenis halaman adalah hal yang paling sering ditemui sebagai sebab penolakan pengajuan akun Google Adsense. Meskipun ini tampak kabur, dan kadang salah diartikan karena memang tidak memiliki kejelasan kecuali anda benar-benar cek dan mempelajari halaman kebijakan Google Adsense. Berdasarkan beberapa pengalaman mendaftarkan Google Adsense, jenis halaman menurut saya lebih terkait pada struktur web/blog. 
  • Memiliki navigasi yang jelas dan mudah digunakan oleh pengunjung. Buat dan desain menu/navigasi yang mudah dilihat, tidak membingungkan pengunjung, langsung mengarahkan pengunjung pada halaman tujuan (tidak menggunakan redirect). Oya, navigasi ini juga termasuk link di dalam konten loh. Lalu pastikan web/blog tidak mengarahkan (linking) ke situs berbahaya, termasuk konten yang mengandung dan merujukkan malware, pop up, pop under, redirect, dll yang merusak fungsi navigasi sebenarnya.
  • Elemen web yang paling penting dan menjadi tolok ukur kelengkapan web adalah halaman privacy policy; dimana anda menjelaskan kebijakan penggunaan informasi pengunjung melalui cookies (oleh Adsense, web anda (jika ada), maupun jaringan iklan lain), halaman contact; dimana pengunjung bisa menghubungi anda, dan halamanabout dimana pengunjung bisa mengetahui garis besar konten atau layanan web. Pastikan semua ada. Untuk privacy policy, anda bisa membuatnya gratis dengan berbagai privacy policy generator. Saran saya, tambahkan satu lagi, disclaimer, yang merupakan halaman pernyataan hak cipta konten dan kebijakan penggunaan konten yang diijikan untuk pengunjung. Ini untuk meyakinkan bahwa konten yang ada benar-benar milik web (anda).
Dua poin di atas (1 dan 2) adalah poin pokok yang harus ada. Ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan dan dapat memuluskan pendaftaran akun adsense. Ini sifatnya dari pengalaman saja, tidak tercantum atau dibahas secara resmi, dan moga-moga bisa digunakan dan membantu.

a. Desain

Tidak ada panduan khusus untuk ini. Tapi secara logika, sebuah website harus memiliki profesionalisme. Salah satunya dalam hal desain. Saya tidak mengatakan desain harus wah, menonjol dan kuat. Tapi desain yang profesional adalah desain yang memperhatikan user experience, kenyamanan pengunjung. Misalnya, usahakan hindari: widget yang acakadut, widget tempel sana sini gak karuan, font yang tidak terbaca dengan jelas, konten tidak nyaman dibaca, logo yang asal-asalan pasang, navigasi yang sulit dicari, tidak bisa dibedakan mana konten mana widget, dan seterusnya. Upayakan konten bisa dibaca dengan baik, jelas, navigasi mudah ditemukan, gunakan desain/template yang plain (jelas), tidak menggunakan efek berlebihan (kursor yang aneh-aneh, berat, widget-widget beterbangan kesana-kemari, musik/lagu, dll), pop out berlebihan, dll.

b. Konten dan Niche
  • Konten harus original/asli bukan copas, bermanfaat, menghibur, intinya memang disuguhkan untuk pembaca, dan bukan untuk menayangkan iklan saja, tidak mengandung konten bajakan, download bajakan, menuju atau mengarahkan pada situs yang dilarang oleh adsense, seperti yang sudah dijelaskan di atas.
  • Hindari konten-konten yang hanya berbicara mengenai uang, uang, dan uang saja (bisnis online minded).
  • Hindari konten yang berisi tentang dan bertujuan hanya untuk afiliasi (affiliate marketing, amazon, clickbank, neobux, dll). 
  • Jangan pernah secara terang-terangan, hanya membahas, dan hanya membicarakan tentang "blogging for money" atau hanya ngeblog demi uang. Tips tentang adsense atau bisnis online boleh-boleh saja,  sesekali, tapi jangan seluruh konten diisi tentang make money online, bagaimana anda berhasil bisnis online, keluhan bisnis online, hari ini anda dapat uang berapa, dll. Intinya jangan sampai menyatakan bahwa tujuan anda hanyalah untuk bisnis online semata dan tidak tertarik untuk hal lain, misalnya menyuguhkan konten bermanfaat untuk pengunjung.
  • Ada banyak niche untuk Adsense; tapi maksud saya tentang niche adalah, blog anda harus fokus pada topik tertentu, jangan campuraduk antara curhat hari ini, berita hari ini, tiba-tiba kemudian berbicara tentang kesehatan, di lain waktu isinya tentang lirik lagu, di lain waktu lagi bicara tentang kontes seo, dll. Fokuskan topik blog, ini adalah ciri blog profesional. Niche di sini bukan tentang memburu niche Adsense kemudian copas sana sini, tapi fokuslah pada topik yang disukai untuk ditulis. Menjadi generalis bukan ide yang baik untuk menjadi publisher Adsense, sebab blog campuraduk tidak akan disetujui. Simak niche-niche Adsense khususnya di Indonesia yang diantaranya mungkin anda kuasai dan gemari untuk ditulis.
  • Jangan pernah daftarkan blog berisi artikel-artikel kontes SEO, jika ketahuan langsung ditolak. Jika diterima, dan kemudian beberapa waktu pasti ketahuan, akhirnya akun langsung kena banned, bukan hanya blognya, tapi akunnya sekaligus.
  • Jika konten blog tentang review, pastikan review itu berbobot, bukan sekedar comot. Konten review disukai Adsense, tapi juga paling sulit untuk disetujui (karena kualitas review sangat diperhatikan).
  • Saat hendak mendaftarkan pastikan blog memiliki iklan yang minim atau bahkan usahakan tidak ada sama sekali. Kalopun ada, cukuplah satu dua, dan bukan iklan yang "bikin deg-degan" alias seperti di sidebar kanan tengah saya sekarang ini. Hehehe. Meskipun beberapa jaringan iklan lain diperbolehkan (chitika, kontera, TLA, dll) tapi sebaiknya pada saat mendaftarkan diturunkan, apalagi jika menggunakan jaringan iklan dari Indonesia. :) Usahakan situs "bersih" ketika didaftarkan.
  • Jangan terpengaruh dengan tips yang bilang 5 post aja, atau 10 post aja bisa di-approve. Menurut saya itu tidak benar dan tidak ada. Motivasinya adalah untuk menyajikan konten, bukan Adsense. Hindari motto "Buat Blog untuk Adsense, tapi gunakan motto " Buat Adsense untuk Blog".
c. Traffic dan Sumber Traffic

Ada yang pernah bilang traffic tinggi berpengaruh dan menjadi salah satu alasan penerimaan akun Adsense. Saya tidak setuju, sebab jumlah/kuantitas traffic tidak menjadi acuan Adsense. yang diperhatikan dan disyaratkan adalah kualitas traffic. Titik berat Adsense justru di situ. 

Kualitas traffic menentukan kualitas pengunjung (targeted visitors). Jika mayoritas traffic didapat secara organik, maka kualitasnya tinggi. Jika mayoritas traffic didapat dari sumber-sumber nonorganik, maka kualitasnya rendah. Tentu saja, sumber traffic organik adalah search engine (tidak hanya Google, yang penting search engine). 

Jika mayoritas pengunjung berasal dari non-organic sources seperti iklan (iklan di web, Adwords, Facebook Ads, PTC, PTS, dll), mass email, traffic exchange, dan sejenisnya,  maka Google Adsense sudah pasti akan menolak. Kalopun diperbolehkan, misalnya menggunakan Adwords, anda harus mematuhi Landing Page Quality Guidelines. Pernah suatu kejadian, salah satu situs saya yang memang mayoritas traffic bergantung dari Facebook (meskipun itu melalui share/like), kemudian di banned oleh Adsense. 

d. Domain

Ada yang bilang domain berpengaruh. Bisa iya, bisa tidak. Telah ada banyak bukti subdomain blogspot di-approved. Tapi, memang custom domain jauh lebih mudah mendapatkan persetujuan Adsense, sebab custom domain dianggap memiliki kemandirian identitas (dimiliki oleh pihak/individu tertentu saja). Beda dengan blogspot.com yang merupakan milik Google dan digunakan oleh banyak pengguna Blogger di seluruh dunia. Jadi saya sangat menganjurkan penggunaan custom domain agar proses pendaftaran dan persetujuan mudah.

Mengenai usia domain, di Indonesia tidak berlaku. Saya pernah mendaftarkan domain berusia 1 bulan, 2 setengah bulan, dan yang terakhir adalah 4 bulan. Jadi tidak terbukti bahwa usia domain yang masih minim kemudian ditolak Adsense. Menurut saya faktornya adalah di konten. Memang di 2 negara lain (India dan China) Google telah menegaskan usia domain/website minimal harus 6 bulan, tapi tidak di Indonesia.

e. Hindari Anonimitas

Jangan pernah berusaha menyembunyikan identitas pemilik web atau penulis blog, atau identitas perusahaan jika akun yang didaftarkan adalah akun perusahaan. Situs yang anonim sudah jelas ditolak Google karena tidak memiliki keterkaitan akun dan penanggungjawab. Minimal gunakan Google Authorship untuk menunjukkan siapa penulis/pemilik. Penulis bisa siapa saja, tidak harus akun yang sama, tapi paling tidak menunjukkan siapa penanggungjawab blog/web tersebut atau setidaknya ada identitas di halaman about. Ini untuk menghindari kecurigaan Google pada situs MFA (made for Adsense, situs yang dibuat hanya untuk menayangkan Adsense).

Buat Blog Tanpa Memikirkan Adsense Dulu

Sebagai saran dan kesimpulan, seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, hindari "Buat Blog untuk Adsense", tapi ikuti konsep "Buat Adsense untuk Blog". Keduanya jauh berbeda. Yang pertama hanya memiliki motivasi untuk menjadi publisher Adsense, yang kedua motivasinya adalah pada blog, menyuguhkan konten yang bagus, dan ketika blog sudah dipertimbangkan layak, baru blog didaftarkan. Motivasi ini selalu saya pegang, sehingga kadang-kadang ketika saya mendaftarkan sebuah blog/website, saya tidak menduga ternyata Adsense langsung menyetujuinya. Have a nice Blogging, as always!

© Copyright 2013 - 'Til drop! buka-rahasia.blogspot.com. All rights reserved.

Tuesday, 22 December 2015

Wismilak Bagi Modal Rp 2 Miliar Untuk Juara Kompetisi Wismilak Diplomat Success Challenge 2015

Pemenang Wismilak Diplomat Success Challenge akan diberi dukungan tambahan untuk menjalankan kelangsungan usahanya, demikian janji Surjanto Yasaputera.  Hal ini diucapkan oleh pria yang menjadi Ketua Dewan Komisioner program WDSC saat peluncuran program belum lama ini.
“Sebab selain hibah modal total sebesar 2 miliar, kami juga memberikan dukungan tambahan berupa pendampingan manajemen selama 2 tahun,” tambahnya.
Dengan demikian para calon wirausahawan tidak perlu khawatir, setidaknya mereka tidak akan dibiarkan terjun bebas. Ibaratnya ada jarring pengaman sebelum mereka nantinya benar-benar bisa mandiri.
Pak Sur memperkirakan, saat ini banyak para professional yang jenuh dengan pekerjaannya dan berminat beralih menjadi wirausaha. Banyak diantara mereka ini yang ragu-ragu, bertahan di posisi sekarang karena timbulnya kejenuhan dan tak lagi memiliki tantangan yang selama ini tidak pernah ditanggungnya secara pribadi.
Hal ini diamini oleh Meina, wanita yang sebelumnya telah memiliki karier yang mapan Tempo Scan Pacific, perusahaan yang memasarkan kosmetik bermerek Mirabela. “Saat itu saya menjadi marketing manager, menerima gaji rutin yang lumayan, bisa menabung danj alan-jalan,” ujarnya.
Namun lulusan sekolah bisnis LPPM ini merasa ada yang kurang dengan pekerjaannya. “Kesibukan tinggi, hamper semua waktu kita untuk perusahaan, sampai tiba-tiba muncul pertanyaan akan seperti apa hidup saya,” kata wanita yang akrab dipanggil Mei.
Godaan untuk bisa mengelola waktu sendiri, serta mengerjakan hal-hal  yang disukai akhirnya membuat Mei memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan di tahun 2010. Ia kemudian membuka usaha restoran dan catering, “Hobi saya memasak dan semua teman dekat memuji masakan saya” ujarnya tertawa.
Dirinya kemudian membuka resto Dapur Saga dengan spesialisasi masakan berbahan baku daging bebek. Hal itu merupakan keputusan terbesar dalam hidupnya. Dan setelah sempat jatuh-bangun mempertahankan usaha resto bebeknya, sekarang Mei bersukur usahanya mulai stabil dalam setahun terakhir.
Burhanuddin mempunyai cerita lain lagi, direktur di salah satu anak perusahaan Transcorp ini juga berfikir untuk beralih profesi menjadi wirausaha, namun dirinya ragu-ragu untuk segera memulainya.
“Posisi yang saya capai sekarang ini hasil perjuangan panjang, saya tidak mungkin double job jadi saya akan menunggu pension untuk mulai berusaha,” ujarnya.
Walau sering membayangkan nikmatnya mempunyai coffee shop sendiri, Bur mengaku juga takut menanggung resiko keuangan, “Saya takut kehilangan modal dan juga seluruh tabungan”.
Menilik dari ketakutan semacam itulah yang melandasi kompetisi ini. “Keragu-raguan, ketakutan sampai tak bisa mengambil keputusan inilah yang banyak menghambat dunia kewira usahaan dan  ini yang ingin kami hilangkan,” ujar pak Sur.
“Kami akan sediakan modalnya, dan kami akan berikan pendampingan sampai 2 tahun,” tegasnya. Jadi jika berhasil memenangkan kompetisi Wismilak DSC ini sungguh tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dengan modal yang cukup, serta bimbingan manajemen selama 2 tahun, kemungkinan kegagalan sudah diperkecil. “Yakinlah untuk berhasil, tentu saja kita harus bertekat dan bekerja keras untuk bisa mencapainya,” tambah pak Sur.
Bagi yang tertarik dan berminat bisa mengunjungi website www.wismilak-diplomat.com. Selanjutnya calon peserta diminta mengunduh formulir dan mengunggah proposal melalui situs  yang sama. Dan sampai saat ini sudah mencapai lebih dari10.000 registrasi, sedangkan proposal bisnis yang sudah masuk mencapai lebih dari 3000 proposal dan akan terus bertambah.
“Peminat tahun ini meningkat drastis, namun jangan takut untuk ikut bersaing, kami sudah mempersiapkan tim seleksi agar bisamenilai seluruh proposal yang masuk,’ ungkap pak Sur yang menegaskan bahwa pendaftaran masih terbuka sampai 12 Juli 2015 hingga pukul 23.59 WIB.

Karena itu sekaranglah saatnya bagi yang ingin berpindah profesi dari pekerja dan benar-benar ingin menjadi wirausaha. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sebab pemenang kompetisi Wismilak Diplomat Success Challenge ini akan mendapat hibah permodalan serta bimbingan usaha selama 2 tahun. Modal dan waktu yang cukup untuk memulai karir baru sebaga iwirausaha

Friday, 18 December 2015

Cek Resi JNE,TIKI,POS,EMS,WAHANA,PAHALA,CITO,LION,FIRST LOGISTIC

Masukan No resi Anda Di kolom sini :


www.cekresi.com

Cekresi.com hadir untuk untuk memudahkan pengecekan resi pengiriman barang dari berbagai layanan kurir. Anda cukup memasukkan nomor resi (auto detect), maka status pengiriman akan otomatis ditampilkan.
Kami berharap situs ini bisa membantu baik untuk penjual maupun pembeli yang melakukan transaksi online.
Saat ini Cekresi.com sudah mendukung tracking untu 22 ekspedisi:
  • JNE
  • TIKI
  • POS
  • EMS
  • Wahana
  • Citoxpress
  • Pandu Logistics
  • REX Indonesia
  • Rosalia Express
  • First Logistics
  • RPX Holding
  • TIKINDO
  • PAHALA
  • Sicepat
  • Nex Logistic
  • Lion Express
  • Pos Laju
Kami akan terus menambah jumlah ekspedisi yang didukung. Kami juga menghadirkan fitur cek resi via e-mail dan sms untuk semua ekspedisi.
Saran dan kritik untuk perbaikan dan pengembangan situs ini sangat kami apresiasi. Silahkan menghubungi kami melalui menu kontak yang telah disediakan.

Sumber :Cekresi.com

Saturday, 5 December 2015

Kode Pos Wilayah Semarang Part 4


401
Jln. Candi Pawon Timur
50147
Semarang
402
Jln. Candi Permata Gg. I - V
50183
Semarang
403
Jln. Candi Persil
50253
Semarang
404
Jln. Candi Sukuh
50182
Semarang
405
Jln. Candi Utama
50182
Semarang
406
Jln. Candisari Gg. I - III
50182
Semarang
407
Jln. Candisari Selatan
50182
Semarang
408
Jln. Carikan
50254
Semarang
409
Jln. Cemara
50172
Semarang
410
Jln. Cemara Barat Dalam Gg. I - IV
50267
Semarang
411
Jln. Cemara Gg. I - VI
50267
Semarang
412
Jln. Cemara Raya
50267
Semarang
413
Jln. Cempedak Raya
50249
Semarang
414
Jln. Cempedak Selatan
50249
Semarang
415
Jln. Cempedak Utara
50249
Semarang
416
Jln. Cempolorejo Gg. I - VII
50141
Semarang
417
Jln. Cempolorejo Raya
50141
Semarang
418
Jln. Cendrawasih
50174
Semarang
419
Jln. Cendrawasih Blok A.1-A
50137
Semarang
420
Jln. Cendrawasih Gg. I
50174
Semarang
421
Jln. Cerme Dalam
50248
Semarang
422
Jln. Cerme Raya Gg. I - II
50248
Semarang
423
Jln. Cerme Raya Utara
50248
Semarang
424
Jln. Cilandak Timur Gg. I - III
50184
Semarang
425
Jln. Ciliwung Gg. I - VIII
50121
Semarang
426
Jln. Ciliwung Gg. I - VIII Gg. IX - X
50121
Semarang
427
Jln. Ciliwung Raya
50121
Semarang
428
Jln. Cilosari Raya
50126
Semarang
429
Jln. Cimandiri Gg. I - X
50121
Semarang
430
Jln. Cimandiri Raya
50121
Semarang
431
Jln. Cimanuk Gg. IV - VIII
50121
Semarang
432
Jln. Cimanuk Raya
50121
Semarang
433
Jln. Cinde Barat Gg. I - XII
50256
Semarang
434
Jln. Cinde Dalam Gg.I - III
50256
Semarang
435
Jln. Cinde Dalam Timur
50256
Semarang
436
Jln. Cinde Dalam Timur III
50256
Semarang
437
Jln. Cinde Dalam VII
50256
Semarang
438
Jln. Cinde Raya
50256
Semarang
439
Jln. Cinde Raya Dalam
50256
Semarang
440
Jln. Cinde Raya Timur
50256
Semarang
441
Jln. Cinde Selatan
50256
Semarang
442
Jln. Cinde Selatan Dalam
50256
Semarang
443
Jln. Cinde Timur
50256
Semarang
444
Jln. Cinde Utara Gg.I - VII
50256
Semarang
445
Jln. Cipta Karya I - II
50136
Semarang
446
Jln. Cipto, Dr. No. Genap 66 - 152
50125
Semarang
447
Jln. Cipto, Dr. No. Genap 158 - 256
50125
Semarang
448
Jln. Cipto, Dr. No. Genap 2 - 64
50126
Semarang
449
Jln. Cipto, Dr. No. Ganjil 121 A - 183 A
50124
Semarang
450
Jln. Cipto, Dr. No. Ganjil 1 - 35
50123
Semarang
451
Jln. Cipto, Dr. No. Ganjil 37 - 115
50124
Semarang
452
Jln. Citandui Raya I - IV
50121
Semarang
453
Jln. Citandui Selatan
50126
Semarang
454
Jln. Citarum Blok A.1 - A.8, E.1 - E.12
50126
Semarang
455
Jln. Citarum Selatan
50126
Semarang
456
Jln. Citarum Selatan Gg. I-VII
50126
Semarang
457
Jln. Citarum Tengah
50126
Semarang
458
Jln. Citarum Tengah Gg. I - V
50126
Semarang
459
Jln. Citarum Utara
50121
Semarang
460
Jln. Citarum, No. Genap 98 -116
50121
Semarang
461
Jln. Citarum, No. Ganjil 7 - 63
50122
Semarang
462
Jln. Citarum, No. Genap 36 - 96
50122
Semarang
463
Jln. Cokroaminoto
50245
Semarang
464
Jln. Cokrokembang
50141
Semarang
465
Jln. Cokrowolo Barat Gg. I - VI
50149
Semarang
466
Jln. Cokrowolo Selatan Gg. I - III
50149
Semarang
467
Jln. Cokrowolo Tengah Gg. I - III
50149
Semarang
468
Jln. Cokrowolo Timur Gg. I - II
50149
Semarang
469
Jln. Cokrowolo Utara Gg. I - III
50149
Semarang
470
Jln. Condrokusumo Gg. I - II
50148
Semarang
471
Jln. Cucut, Kel. Kuningan
50176
Semarang
472
Jln. Cucut, Kel. Mangkangwetan
50156
Semarang
473
Jln. Cumi-cumi Gg. I - VII
50175
Semarang
474
Jln. Cumi-cumi Raya
50175
Semarang
475
Jln. Dahlan, KH
50134
Semarang
476
Jln. Dahlia Selatan
50135
Semarang
477
Jln. Dahlia Utara
50135
Semarang
478
Jln. Damar Barat Dalam Gg. I - IV
50267
Semarang
479
Jln. Damar Selatan
50267
Semarang
480
Jln. Damar Timur Dalam Gg. I - III
50267
Semarang
481
Jln. Damar Utara Dalam Gg. I - II
50267
Semarang
482
Jln. Damar Utara Gg. I - V
50267
Semarang
483
Jln. Damarwulan
50142
Semarang
484
Jln. Dargo, No. Ganjil
50124
Semarang
485
Jln. Dargo, No. Genap
50123
Semarang
486
Jln. Dawung Gg. I - II
50265
Semarang
487
Jln. Deli
50174
Semarang
488
Jln. Depok
50133
Semarang
489
Jln. Depok Tlogosari
50196
Semarang
490
Jln. Dewi Sartika SMP/ SMA YPE
50221
Semarang
491
Jln. Dieng
50232
Semarang
492
Jln. Diponegoro, No. Genap
50251
Semarang
493
Jln. Diponegoro, No. Ganjil
50231
Semarang
494
Jln. Dorang, No.Genap
50172
Semarang
495
Jln. Dorang, No.Ganjil
50173
Semarang
496
Jln. Drowowati Dalam
50141
Semarang
497
Jln. Drowowati Tengah
50141
Semarang
498
Jln. Drupadi
50171
Semarang
499
Jln. Duku Gg.I - III
50256
Semarang
500
Jln. Durian
50268
Semarang